Jumat, 24 Juni 2016

Garuda dan Batik

Sial!, makiku pada diri sendiri
Tanpa sadar selama ini ternyata aku selalu terbang dengan Garuda.
Maklum bukan aku yang membayar
Mungkin sudah 3,4,5, 10? lebih sepertinya
Aku terbuai, dengan segala kemewahannya
meski bukan di kelas satu
Aku juga bukan pilot, atau awak kabin
Akulah penumpang
Menebeng terbang

Sampai suatu saat, baru aku disadarkan Batik itu ada
Inilah penerbangan ku pertama dengannya
Lagi-lagi ada yang membayar
Salah ku, berharap dirinya adalah Garuda
Salah ku, membandingkan keduanya
Jadilah kecewa

Layar monitor memang ada, tapi perlu bayar untuk suara
Sejak kapan mendengar harus bayar?
Itu kebebasan, karunia dari Tuhan
Kecuali Anda adalah spesial
Dan Batik mengajarkan kita untuk menjadi spesial
Memberitahu bahwa tidak semua bergelimang kemewahan
Bahwa butuh uang untuk kemewahan
Bahwa, ah sudahlah
Kini aku terbiasa

NB: Ini bukan puisi, hanya sekedar tulisan biasa. Sudah lama saya tidak menulis untuk diri sendiri.

Kamis, 23 Juli 2015

Ketika Bersedih Menjadi Kebutuhan

 

Awalnya hanya kepala yang tertunduk

Lama-lama basah juga pipi ini,dengan air mata

Siapa bilang laki-laki tak boleh menangis?

Menangislah, bersedihlah, yang keras kalau perlu

Tapi ingat!,sebisa mungkin jangan sampai terlihat


Percayalah kalau menangis atau bersedih itu merupakan suatu hal yang wajar, bersedih bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Setidaknya itulah yang ingin disampaikan oleh film Inside Out besutan Disney Pixar.

Ya saya penggemar berat film kartun, dan Inside Out merupakan salah satu film kartun wajib tonton rekomendasi dari saya. Kenapa? Pertama karena Inside Out film kartun, dan di dalam film kartun banyak sekali penggambaran yang lebih imajinatif jika dibandingkan dengan film non kartun.

Selasa, 14 Juli 2015

Motor Pertama Saya, Suzuki Address

Motor saya sedang di bengkel, untuk servis pertama
Saya sering bilang ke teman-teman, kalau Suzuki Address saya ini limited edition. Bukan unit yang diproduksinya  terbatas, tapi memang yang belinya terbatas alias gak terlalu laku. Jadi ketika di jalanan, kita akan jarang ketemu sesama pengguna Suzuki Address. Limited edition kan?, hehe...

Kenapa sih Suzuki Address gak laku? Jawabannya sederhana saja, karena ini Suzuki. Di Indonesia itu mindset orang-orang beli motor ya Honda atau Yamaha, hanya orang-orang tertentu saja yang beli Suzuki. Orang itu salah satunya ya saya. Kenapa saya mau beli?

Minggu, 04 Januari 2015

Cerita Tentang Saya dan Canon 450 D

Ini dia kamera Si Canon 450 D
Pertama kali berjumpa pada bulan tiga, tahun dua ribu sembilan. Tak terasa sudah enam tahun menemani. Dari mulai membantu menyelesaikan tugas-tugas kuliah, dokumentasi sehari-hari, sampai dengan mendapatkan penghasilan. Banyak sekali jasanya buat saya. Tapi tidak, tidak sampai saya kasih nama kok. Biarlah, biar dia tetap dengan sebutan aslinya. Si Canon 450 D.

Kamera saya itu, juga gak pernah rewel. Dibawa ke gunung, pantai, digeletakkan di kamar. Sehat-sehat saja. Cuma memang dia punya satu masalah utama yaitu auto focus pada lensanya. Pertama kali saya tahu bermasalah yaitu kira-kira enam bulan setelah jadi punya saya. Jadi ketika itu kamera, saya bawa bawa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Kec.Ciracap, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Setelah jeprat-jepret di sana selama satu bulan, terus pulang lagi ke Jatinangor. Eh tiba-tiba auto focus-nya rusak.

Sudah lama sih saya denger, kalau lensa bawaan 18-35 mm dari Canon ini emang sering masalah sama auto focus-nya. Berutung masih garansi, yaudah saya bawa aja ke toko-nya untuk dibetulin. Eh, bukannya dibetulin, malah dikasih lensa baru. Alhamdulillah.

Jumat, 03 Oktober 2014

#Pencermat: Cerita Buruh #Cerpen

Ketika itu 23 September 2012, aksi besar-besaran mengepung Balai Kota Jakarta. Jokowi dan Basuki, pasangan pemimpin DKI Jaya yang baru saja dilantik, langsung diminta untuk menaikkan upah minimum bagi para buruh. Boi yang seorang wartawan, begitu antusias melihat mega aksi tersebut. Depan Kantor Gubernur benar-benar penuh sesak, jalanan sampai ditutup.

"Bang, saya liput buruh saja ya hari ini," ujar Boi meminta persetujuan dari redakturnya
"Sip," jawab sang redaktur singkat

Bermodal surat lisan bertugas, Boi langsung terjun ke tengah-tengah kerumunan massa mencari berita. Didengarnya orasi para buruh, dan sampailah pada kesimpulan kalau upah yang diminta adalah Rp4.320.560/bulan. Tidak kurang dan boleh lebih.

Mendengar angka itu, Boi cengar-cengir sendiri. Dalam hati dia berkata. "Gila nih buruh, tapi salut, gw bakal dukung deh upah tinggi bisa didapat. Klo buruh seneng, kan gw juga seneng, lah gw buruh juga kok, hehe". Akhirnya dari pagi, malam, sampai ke pagi lagi, Boi mantengin aksi buruh tersebut. Lelah, lapar, ditanggung sama-sama. Seolah-olah Boi adalah satu kesatuan dengan buruh-buruh itu.

Sabtu, 27 September 2014

Kasih dan Sayang

Sayang itu belum tentu mengasih,
karena tidak semua yang dikasihkan cocok untuk diterima.
Sayang juga belum tentu baik,
karena kalau terlalu,
bisa jadi sok tahu tentang apa yang baik untuk yang tersayang.

Begitulah sayang
Beginilah kasih

Kasih itu belum tentu menyayang,
karena mengasih bisa ke siapa saja tidak hanya untuk yang tersayang
Kasih juga belum tentu buruk,
karena kalau terlalu,
justru itulah awal dari rasa sayang.

Kasih dan sayang
Beri dan terimalah

Minggu, 07 September 2014

Minggu Pagi

Safety First Boi...

Semua anak ingin jadi Spiderman, tapi belum tentu mau jadi Peter Parker sang wartawan, karena denger-denger gajinya kecil

Barbie dan kebun singkongnya

Selasa, 02 September 2014

Bunyi Sunyi

Biarlah Pidi Baiq yang bernyanyi,
saya lagi tidak mau menulis panjang
saya lagi tidak mau bercerita banyak
saya lagi ingin sunyi,
tapi tetap berbunyi

tak apa-apa ya
semoga iya, dan
semoga tetap suka

Ada tiga lagu yang jadi wakil saya bercerita:
https://soundcloud.com/pidibaiqlagi-1/the-panasdalam-bank-bunyi
https://soundcloud.com/pidibaiq/the-panasdalam-bank-cita
https://soundcloud.com/pidibaiqlagi-1/the-panasdalam-bank-erwin-ke

Nah ini perwakilan saya yang terakhir
bentuknya video, ada lagunya juga, klik aja klo gak percaya:


Sekian dan terimakasih

Kamis, 14 Agustus 2014

#Pencermat: Mengunjungi Fatmawati



Setelah dimadu oleh Bung Karno, Fatmawati pun pisah rumah. Dia tidak lagi tinggal di istana negara. Fatmawati marah, begitulah kira-kira yang dikisahkan oleh buku sejarah.

Lalu tanpa bilang terlebih dulu ke Bung Karno, saya coba mengunjungi Fatmawati di rumahnya yang sekarang. Perempuan kelahiran Bengkulu, itu kini tinggal bersama kedua orang tuanya (Hassan Din dan Siti Khotidjah) di bilangan Karet Bivak, Jakarta Pusat.

"Assalamu'alaikum," saya mengucapkan salam. Tapi Fatmawati tidak menjawab. Biarlah, toh saya tahu bahwa dia ada di sana gak kemana-mana. Saya juga yakin dia mendengar, namun tak sanggup membalas salam.

Selasa, 12 Agustus 2014

Satu kali ku berkhayal hidup ini bersinar merata.
Tapi lamunanku buyar, oleh mimik seorang bocah.
Gelandangan kecil berdiri. Dengan rasa ingin memiliki 

sepotong roti di toko yang bersih dan berjendela kaca
(Selamat Pagi Kotaku - Gombloh)

Sabtu, 02 Agustus 2014

Untuk Bapak #Cerpen

 

Sejak saat itu aku tersadar, kalau Bapak bukan lagi milik ku saja. Tepatnya tanggal empat, bulan sebelas, tahun lalu. Sejak orang-orang dari Perkumpulan Tanah Air mendatangi  rumah. Bapak pergi jadi milik seluruh masyarakat, bukan lagi milik ku seorang, dan aku hanya bisa pasrah.

Sebagai anak, aku harus rela membagi-bagi Bapak dengan orang lain.  Kalau dulu setiap makan malam, Bapak hanya punya ku. Makan malam hanya berdua dengan ku. Tersenyum, tertawa, berbicara panjang lebar tentang dunia. Aduh, sungguh aku merindunya.

Tapi apa bisa dibuat. Bapak memang tetap melakukan makan malam itu, hanya saja kini dengan orang lain. Terkadang bahkan orang yang belum dikenalnya. Kadang aku harus menunggu sampai tiga bulan. Ya tiga bulan yang berisi 90 hari itu. Aku harus menunggu selama itu hanya untuk bisa makan malam lagi dengan Bapak.

Jumat, 01 Agustus 2014

Selamat Ulang Tahun Larasati

Namanya Larasati

Larasati ini teman perempuan saya (bahasa inggrisnya girl friend) satu-satunya
Iya cuma satu, soalnya kalau dua nanti dianya marah
Udah hampir tiga tahun sama-sama, gak pernah berantem
Ya paling beda pendapat aja, ujung-ujungnya ngambek, hehe...
Tapi gak papa, itu kan bumbu-bumbu supaya seru
kata orang sih gitu...

Sekarang 1 Agustus 2014, Larasati ulang tahun ke-24
Inget udah 24, jangan males maem biar sehat
Olahraga juga, sama dhuha jangan lupain (hehe itu mah aku yak)
Pokoknya semoga umurnya terus berkah,
Lebih bermanfaat lagi bagi orang disekitarnya
Sama bahagia selalu meskipun nanti udah gak lagi jadi pacar aku lagi
Yaiyalah, masa mau pacaran mulu :)

Maaf ya Larasati ucapannya telat
Ini sengaja telat karena aku bukan mau jadi yang pertama buat kamu
tapi yang terakhir, aheyyy....

Minggu, 27 Juli 2014

Pulang Kampung #Cerpen

Biasa abis solat teraweh, Boi gak langsung keluar masjid. Dia kongkow-kongkow dulu, sama Pa Haji, Pa Ustad, temen-temen. Ngobrol aja, ngalor-ngidul gitu sesama tetangga. Biar akrab maksudnya.

Walaupun ini hari udah satu hari lagi lebaran, mereka gak ikutan tuh sama orang-orang yang pulang kampung. Ya maklum, pan mereka gak punya kampung. Semuanya emang asli sini, Betawi. Tapi tiba-tiba ada yang nyeletuk.

"Kalau saya sebenarnya punya kampung, sana di Mandailing, cuma gak pulang, gak punya uang".

Itu Om Regar yang ngomong. Nama panjangnya sih Siregar, cuma dipanggilnya begitu. Dia udah 20 tahunan pindah ke Betawi, di sini jadi juragan kelontong. Warung batak, kalo kata orang-orang sini mah.

Jumat, 18 Juli 2014

#Pencermat: Lupa Indonesia

Berisik, berseragam hastag
Beramai-ramai, berteriak
Tapi anehnya, berbunyi pun tidak

Ajaib, memang ini dunia
Tercipta, untuk jiwa-jiwa yang muda
Social Media, katanya

Ampuh, mendekatkan yang jauh
Akibatnya, kita jadi kenal baik
Apa itu Gaza, Palestina, Ukraina

Sayang, sering lupa Indonesia

NB: Postingan ini dibuat sebagai keikutsertaan saya sebagai #Pencermat (Pencerita Jumat). Jadi saya dan beberapa teman seperti Rizki, Tito, Andra dan Dimas berjanji untuk menuliskan cerita apapun setiap hari Jumat. Ini adalah tulisan ketujuh saya sebagai #Pencermat.

Rabu, 16 Juli 2014

Tentang pencarian

Diketik Pada 7 Juni 2011 

"Bedanya muslim-muslim di Indonesia dengan di Amerika itu adalah pencariannya, klo di Amerika, Islam itu dicari dulu baru dapat, klo di Indonesia kan karena keturunan", ujar salah satu saudara saya yang sudah 30 tahun di Amerika.

Memang sih itu tidak berlaku umum bagi semua warga Amerika dan Indonesia, tapi sepertinya kebanyakan orang seperti itu. Bapakku pernah bilang, "Untuk masalah agama, kamu jalanin dulu aja apa yang orang tua suruh, setelah itu baru cari tau kenapanya". Nah mungkin saya termasuk yang cuma jalanin aja, tapi pencariannya enggak.

Ini sebenernya masalah serius, bisa jadi "jalanin aja tanpa pencarian" ini lah yang menjadikan kerusuhan-kerusuhan antar umat beragama sering terjadi di Indonesia seperti tragedi Poso sampai Temanggung. Semua itu karena kita selalu mempermasalahkan hal-hal permukaan, hal-hal remeh temeh, perbedaan cara ibadah lah, penyebutan nama lah, dll.

Jumat, 11 Juli 2014

#Pencermat: Soal Berwudu

Beberapa hari yang lalu, saya solat zuhur di Masjid Kementerian Pekerjaan Umum. Bagus masjidnya, ber-AC, wangi, pokoknya betah deh lama-lama di sana. Tak lama sehabis solat, tau-tau si imam bangkit dari duduknya dan langsung memberikan ceramah. Entah adanya pas bulan puasa doang atau emang setiap hari. Yang jelas isi ceramahnya menarik yaitu soal berwudu.

Biasa sih sebenarnya membahas wudu toh setiap hari kita lakukan. Tapi justru karena seringnya dilakukan maka sering pula kita mengabaikannya. Karena sudah hapal gerakan wudu di luar kepala, kita jadi gak mikir lagi kalau sedang berwudu. Bahkan cenderung cepat-cepat. Dan bahkan saking cepatnya, kadang tidak terbasuh semua bagian tubuh yang seharusnya terkena air wudu.

Menikmati Wudu
Nah ceramah yang saya dengar ini justru mengingatkan untuk melakukan wudu dengan sebaliknya. Jangan cepat-cepat kalau berwudu. Santai saja. Pastikan semuanya terbasuh dengan sempurna. Selain itu yang juga penting adalah nikmati wudunya. Menurut hadist, wudu kan salah satu cara untuk merontokkan dosa-dosa. Maka nikmatilah momen-momen ketika dosa kita itu menghilang sedikit demi sedikit.

Jumat, 04 Juli 2014

#Pencermat: Pengakuan The Jakarta Post

"Pengakuan" The Jakarta Post

Hari ini harian The Jakarta Post mengeluarkan editorial berjudul "Endorsing Jokowi". Editorial tersebut bukanlah sekedar tulisan opini, tapi sekaligus "pengakuan" bahwa The Jakarta Post mendukung calon presiden tertentu dalam pilpres 9 Juli 2014.

Persoalan dukung-mendukung kandidat, sebenarnya bukan hal baru lagi di dunia media massa. Ambil contoh di Amerika, ada The New York Times yang juga memberi "pengakuan" bahwa koran berusia 163 tahun itu mendukung Barack Obama dalam pilpres 2012 lalu. Caranya persis dengan The Jakarta Post, mereka juga menuliskannya melalui editorial dengan judul "Barack Obama for Re-election".

Jumat, 27 Juni 2014

#Pencermat: Menulis Untuk Anak Cucu

Makam Mbah Mathorie dan Mbah Muntamah (Istri Mbah Mathorie) dijadikan satu, di Sidareja, Jawa Tengah. Ziarah ini dilakukan oleh anak cucu Mbah Mathorie pada Syawal 1434 Hijriah

Dalam tulisan #pencermat kali ini, mungkin saya akan coba menjelaskan kenapa saya menulis. Terutama kenapa saya menulis secara online di blog. Ada beberapa alasan sih sebenarnya. Tapi yang benar-benar menjadi alasan adalah: saya hanya ingin ketika tua nanti, ketika sudah kakek, bahkan ketika saya meninggal. Anak dan cucu saya masih bisa mengenal saya. Sehingga mereka tidak kesulitan jika ingin mengetahui siapa sih sebenarnya saya. Tinggal klik di google dengan keyword nama saya, semua hal tentang saya langsung keluar. Mantap kan, uhuy.

Terlebih lagi karena sekarang saya kan bukan siapa-siapa. Jadi kalau gak menuliskan sendiri sejarah saya di blog, lah siapa yang mau nulisin, hehe... Beda ceritanya kalau saya adalah orang terkenal, yang setiap orang bisa dengan mudah menuliskan kisahnya. Tapi walaupun nanti saya terkenal pun dan banyak yang nulis tentang saya (aaamiiin), seenggaknya saya punya kisah tentang diri sendiri yang versi saya, hehe...

Minggu, 22 Juni 2014

Pusing #Cerpen

Diketik Pada 18 November 2012

"Kamu kapan ngelamar aku?,"

Arrggghhh, sedari tahun lalu kata-kata itu saja yang berputar di kepala Boi. Padahal dia tahu, nona kekasih hatinya tak mungkin berucap demikian. Namun apa mau dikata, Boi nampaknya telah jauh bermain dengan pikirannya sendiri. Terlalu jauh sampai tersesat dan tak bisa mencari jalan keluar.

Sudah barang tiga tahun, laki-laki kurus itu memadu kasih dengan Nona. Cinta pun sudah terpupuk dalam. Ibarat kata, hanya tinggal tunggu putik dibuahi benang sari. Ya posisi Nona, menunggu! (Setidaknya itulah yang ada dipikiran Boi) Sedangkan Boi... Masih memikirkan uang. Masih memikirkan duit. Masih memikirkan hepeng. Dia tidak cukup yakin dengan harta kekayaan yang cuma kebun jengkol warisan orang tuanya akan cukup membiayai perkawinan.

Jumat, 20 Juni 2014

#Pencermat: Kenapa Inggris kalah?

Poster Steven Gerrard yang masih menempel di dinding kamar saya sejak 2004 sampai sekarang. Gerrard adalah salah satu pemain sepakbola idola saya dan Liverpool juga tim kesukaan saya.

Kenapa Inggris bisa kalah dua laga berturut-turut di Piala Dunia 2014? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah faktor psikologis. Setidaknya itu menurut saya. Inggris tegang secara mental karena terlalu banyak tekanan, terlalu banyak harapan. Bukan harapan yang diminta oleh fans, tapi harapan dari para pemainnya sendiri. Terutama harapan untuk bangkit dari keterpurukan.

Sebagai sebuah tim yang pernah menjadi juara dunia tahun 1966, setelah itu Inggris tak pernah lagi menembus final Piala Dunia. Boro-boro final, semi-final saja tidak pernah. Prestasi terbaik Inggris hanya sampai perempat-final. Bahkan sejak tahun 1966, Inggris pernah tiga kali tidak lolos Piala Dunia yaitu di tahun 1974, 1978, dan 1994. Sejarah tersebut tentu membuat para pemain Inggris ingin membawa negaranya bangkit dari keterpurukan, dan menjadi juara dunia. Apalagi dengan predikat sebagai salah satu negara yang memiliki liga terbaik di dunia -urutan ke-2 versi International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) tahun 2013-, masa sih tidak bisa bicara banyak di Piala Dunia 2014?.

Jumat, 13 Juni 2014

#Pencermat: Diajar Agus Salim


Wajah Agus Salim yang terpampang di sampul buku "Pesan-Pesan Islam"
Salah satu pengalaman menarik yang pernah saya dapatkan seumur hidup, adalah ketika diajar oleh Agus Salim. Iya Agus Salim yang itu, yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tahun 1947-49. Iya Agus Salim yang kelahiran Kota Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Iya Agus Salim yang menguasai tujuh bahasa. Iya benar Agus Salim yang itu, kalian gak salah terka. Waktu tepatnya Agus Salim mengajar saya pada musim semi tahun 1953, kira-kira satu tahun sebelum dia meninggal. Hah? Memangnya sekarang umur saya berapa?, hehe...

Jumat, 06 Juni 2014

#Pencermat: Mengenal Bung Karno

Buku Bung Karno Bapakku Kawanku Guruku,
buku lama yang saya temukan ketika membereskan rumah almarhum eyang
Hari ini adalah ulang tahun Bung Karno yang ke 113 tahun, andai saja dia masih hidup. Namun kenyataannya pada 21 Juni 1970, pria kelahiran Surabaya itu dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga tak mungkin bagi saya yang kelahiran 1989 ini secara langsung mengenalnya. Beruntung ada para penulis, pencerita, dan para perekam sejarah yang dengan baik hati mau mengenalkan sosok Bung Karno pada saya. Salah satu dari mereka adalah anak Bung sendiri, Muhammad Guntur Soekarno Putra.

Selasa, 03 Juni 2014

Piala Dunia dan Pilpres

Piala Dunia 2014 dan Pilpres merupakan dua hajatan besar bagi masyarakat Indonesia. Entah disengaja  atau tidak, yang jelas waktu pelaksanaan keduanya berbarengan. Tak sampai dua minggu -tepatnya 12 Juni 2014-, Piala Dunia sudah melangsungkan laga perdananya antara tuan rumah Brazil vs Kroasia. Sementara jadwal kampanye pilpres menurut KPU resmi dimulai hari ini (4/6) sampai dengan 5 Juli nanti.

Beberapa orang mengatakan kalau berbarengannya pelaksanaan Piala Dunia dan Pilpres, akan berakibat menghilangkan satu sama lain. Artinya gegap gempita Piala Dunia 2014 bisa jadi membuat berita-berita Pilpres semakin redup, ataupun sebaliknya. Tapi di sisi lain, ada juga opini yang mengungkapkan bahwa Piala Dunia dan Pilpres justru saling menguatkan. Saya termasuk golongan yang setuju dengan opini terakhir tersebut. Kenapa?
 
Kita perlu berkaca pada sejarah, tepatnya Pemilu 2009 lalu. Mungkin ada yang sudah lupa tapi yang jelas ketika itu Sutrisno Bachir pernah nongol di beberapa pertandingan EURO 2008 -hajatan besar sepak bola bagi benua eropa-.Dia membawakan laporan pandangan mata, tentang bagaimana riuhnya suasana di stadion di sana yang disiarkan langsung oleh RCTI. Emangnya siapa sih Sutrisno Bachir? Pengamat bola? bukan. Pemilik RCTI? bukan. Satu-satunya yang diketahui ketika itu, Sutrisno Bachir adalah Ketua Umum PAN. 

Rabu, 21 Mei 2014

Kampanye negatif yang positif

video
Video kampanye Bill Clinton ketika pemilu 1996 di Amerika Serikat (sumber: Youtube)

Terlalu banyak kampanye negatif berseliweran melalui layar smartphone kita masing-masing. Bagi yang belum punya smartphone, jangan khawatir. Sistem delivery kampanye negatif lewat sms masih tetap dipertahankankok. Jadi baik yang hi-tech atau yang gap-tech semuanya bisa tahu tentang kabar-kabar yang mengatakan bahwa ada capres kita yang merupakan pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), ada yang merupakan capres boneka, ada yang identitas aslinya dipalsukan, ada yang "burung" pun dia tidak punya, upsss...

Senin, 19 Mei 2014

Pilpres dan pentingnya remote teve

Tagline "Presiden Pilihan Rakyat" diangkat TVOne ketika menyiarkan deklarasi Prabowo - Hatta, Stasiun teve yang bermarkas di Pulo Gadung ini tidak malu-malu lagi menunjukkan keberbihakannya (19/5).

Owning or controlling a media institution empowers the owner to hire and fire the makers of meaning. From this can emerge a secondary power- the power that derives from the capacity to make or break political leaders, and either circulate or suppress information and ideas. (The Media and Cultural Production - Eric Louw)
Sekarang baru menarik, dua orang pemilik teve berita tidak lagi abu-abu dan telah memilih berpihak ke kubu tertentu. Surya Paloh a.k.a owner dari MetroTV memutuskan merapat ke Jokowi-JK, dan Aburizal Bakrie a.k.a yang punya TVOne telah sepakat bergabung ke Prabowo-Hatta. Keputusan kedua pengusaha media tersebut, menghasilkan sebuah konsekuensi yaitu beloknya arah pemberitaan teve berita milik masing-masing.

Senin, 28 April 2014

Film Kartun

Kadang dengan kartun, sebuah film terasa lebih ringan dan santai untuk ditonton. Kadang dengan kartun, karakter dalam sebuah film jadi terlihat lebih pantas ditokohkan. Kadang dengan kartun, pesan-pesan moral yang ingin disampaikan melalui sebuah film menjadi lebih mengena.

Mungkin atas dasar ketiga alasan tersebut saya menyukai film kartun. Mulai dari The Lion King (1994) A Bug's Life (1998), sampai dengan Up (2009), tak pernah terlewat. Semuanya sudah ditonton habis -kecuali yang belom,hehe-, semuanya pun punya kesan kuat yang berbeda-beda. The Lion King memberitahu saya, bahwa kebaikan, ketulusan, kejujuran, bagaimanapun juga akan selalu lebih unggul dari yang namanya kecurangan dan kejahatan. A Bug's Lige mengajarkan tentang kepemimpinan dan pentingnya kerja sama tim. Terakhir, Up mengatakan bahwa setiap orang harus punya cita dan cinta untuk bisa menikmati petualangan hidupnya.

Sabtu, 08 Maret 2014

Menyoal label halal


Produk Mony Cincau Honey yang saya beli di Hypermart Pejaten Village (6/3), tidak ada label halalnya

Mungkin karena tinggal di Indonesia -negara yang mayoritas warga negaranya terdaftar beragama Islam-, kita jadi sering menganggap produk apapun yang beredar di sini semuanya halal. Entah itu minuman kemasan, makanan pinggir jalan, atau obat-obatan, kita beli dengan seenaknya saja. Hampir tidak pernah memeriksa terlebih dahulu, apakah ada label halal-nya?

Selasa, 04 Maret 2014

Persimpangan

Bagai persimpangan,
yang sering mendapat tuduhan
dasar kau!
biang kemacetan
lampu merah tak menyala
polisi tidur, oh sungguh tak berguna
semua hanya memperlama aku,
yang ingin sampai di sana

Bagai persimpangan,
yang memberi banyak penawaran
yang hanya memperlihatkan awalan
ujungnya?,
pasti masih remang-remang
satu-satunya jalan,
hanya tentukan pilihan
aduh Tuhan,
aku butuh pertolongan

Rabu, 04 Desember 2013

Linimasa kentut

Twitter saya nih Boi...

Tiba-tiba meledak, berbau sangit, dan seketika hilang, seperti kentut...

Tak dapat disalahkan, karena informasi sekarang berbondong-bondong masuk ke dalam smartphone kita sekalian. Mungkin jumlahnya ribuan, bahkan jutaan setiap harinya. Yang penting, yang gak penting, yang agak penting sekalipun, semuanya punya porsi sama dalam layar telepon genggam.  Mereka berjejalan, berebutan mengisi linimasa kotak kaca berukuran 5 inch buatan Korea.

Rabu, 09 Oktober 2013

No Fitness No Life

Suatu ketika di koridor Transjakarta di depan Bank Indonesia.
Sejak masuk kuliah, rasa-rasanya kegiatan olahraga sudah semakin jarang untuk dilakukan. Pasalnya, tidak ada lagi mata pelajaran olahraga di kurikulum kampus. Entahlah, kenapa Kemendiknas tidak mewajibkan  mahasiswa untuk berolahraga. Padahal kan harusnya semakin bertambah usia seseorang, urgensi berolahraga semakin tinggi. Logikanya semakin berumur berarti semakin aus organ-organ tubuh kita. Semakin aus berarti semakin banyak penyakitnya. Nah berarti supaya tetep sehat, maka perlu berolahraga, ya gak?, hehe...

Nah karena kesalahan Kemendiknas itu yang tidak mewajibkan mahasiswa berolahraga, maka akibatnya banyak mahasiswa yang buncit. Berat badan naik drastis seiring umur, sedangkan tinggi badan sudah mentok. Ujung-ujungnya ya melar ke samping. Hadeeehh...

Di saat itulah fitness jadi solusi untuk beberapa mahasiswa. Pulang kuliah, langsung fitness. Ada waktu lowong, langsung fitness. Pokoknya fitness mulu pengennya. Padahal fitness itu kan bayar, abis deh duit jajan. Ahh siallllll, gara-gara Kemendiknas, mahasiswa harus bayar untuk sebuah mata pelajaran olahraga di tempat fitness. Ayolah pak menteri, pikirkan ulang kurikulum di perguruan tinggi!

Eh entar dulu deh, emangnya kurikulum perguruan tinggi yang nyusun Kemendiknas?, hehe, sekian.... :)

Jumat, 16 Agustus 2013

Lebaran basah di Citumang (Bagian 2)

Inilah Citumang, airnya jernih, lingkungannya masih asri. Di foto kami sedang memperagakan gaya kereta-keretaan (foto dijepret oleh pemandu Citumang)
Setelah melompat dari tebing setinggi 5m, kami melanjutkan susur sungai Citumang. Penelusuran ini dilakukan dengan jalan kaki, pasalnya kedalaman air masih cetek paling-paling 1 meter.Hasilnya ya kaki kami semua menapak di dasar sungai yang isinya bebatuan. Tidak jarang ada batu tajam menusuk-nusuk telapak kaki, ya hati-hatilah dalam melangkah. Tapi gak seseram itu kok, anggap saja refleksi,hehe.

Setelah itu kedalaman air mulai meningkat, sehingga kami harus berenang. Di sesi kali ini benar-benar membutuhkan tenaga, layaknya perenang betulan. Kalau yang tidak bisa berenang, ya pelan-pelan toh pake pelampung jadi gak masalah.

Kemudian kami dihadapkan dengan dasar sungai Citumang yang tidak menentu kedalamannya. Terkadang secara drastis langsung menjadi dangkal, karena ada batu-batu besar berdiam di sana. Hal tersebut tentu membuat kaki-kaki kami yang sedang enak berenang, jadi harus berhati-hati. Pasalnya kalau tidak akan terbentur batu.

Kamis, 15 Agustus 2013

Lebaran basah di Citumang (Bagian 1)

Tua-muda bisa ikut ke Citumang, tapi yang besar harap menjaga yang masih kecil ya (foto dijepret oleh pemandu Citumang)
Seperti biasa, libur lebaran selalu kami (saya dan sodara-sodara) manfaatkan untuk mengunjungi salah satu lokasi wisata. Kebetulan lebaran kali ini yang kebagian tempat sebagai tuan rumah adalah Tante yang tinggal di Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah. Berarti untuk melestarikan kebiasaan baik holiday, mau gak mau harus cari tempat asik di dekat situ buat kami liburan bareng.

Alhasil setelah perdebatan panjang, ditentukanlah Citumang sebagai tempat tujuan. Saya awalnya juga nggak tahu apa itu Citumang, tapi sodara-sodara saya yang pernah ke sana coba menjelaskan. Katanya sih letaknya masih disekitaran Pangandaran, Jawa Barat. Kalau dari rumah Sidareja ke sana kira-kira butuh waktu 1,5 jam. Di Citumang sendiri katanya kita bisa body rafting, menyusuri sungai dengan tubuh yang mengikuti arus air kita tanpa perahu sama sekali. Wew kayaknya asik...

Minggu, 14 Juli 2013

Laba-Laba jadul dari Cikini

Plang bertuliskan LABA2 yang kerap terlihat ketika melintasi Jalan Cikini Raya, nama LABA2 dituliskan tanpa ada petunjuk (misalnya LABA2 toko reparasi) membuat saya penasaran.

Menyusuri Jalan Cikini tidak mungkin tidak bertemu plang bertuliskan LABA2. Letaknya di sebelah kiri Jalan Cikini Raya, tepatnya diantara Taman Ismail Marzuki dan SMP 1 Menteng.

Menurut saya nama LABA2 (dibaca LABA-LABA) cukup unik, dan jarang dipakai. Suda berkali-kali saya melewati LABA2, dan tertarik ingin tahu apa sebenarnya sih tempat tersebut. Namun baru beberapa hari yang lalu, saya berhasil mengunjunginya.

Berawal dari pergi bersama Ibu ke daerah Cikini, akhirnya mobil yang saya setir diminta untuk menepi ke LABA2. "Lah memangnya Ibu tau apa itu LABA2?," tanya saya. Dan ternyata Ibu saya memang benar-benar tahu. Menurutnya, LABA2 sudah ada di situ sejak dulu, bahkan sebelum dia kuliah di Universitas Indonesia (tahun 70-an).

Senin, 13 Mei 2013

Kapitalisme sendal jepit

Sendal jepit paling mahal yang pernah saya temui, berlokasi di salah satu mal di Jakarta

Sendal jepit mungkin adalah bentuk alas kaki paling simpel yang diciptakan umat manusia. Terdiri atas dua bagian yaitu alas, seutas tali yang menjadi penyangga punggung kaki agar tertahan ketika melangkah. Baik alas maupun tali sendal jepit, biasanya berbahan dasar karet sehingga seharusnya ongkos produksinya tidak terlampau mahal. Toh sendal jepit kan biasa hanya dipakai di rumah atau ruang-ruang yang sifatnya informal, jadi buat apa bagus-bagus apalagi mahal-mahal.

Rabu, 17 April 2013

Disini aku sendiri menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku tak seperti yang ku inginkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi hidupku
Seperti yang mereka tau, seperti yang mereka tau

(Iwan Fals feat Padi - Sesuatu Yang Tertunda)

Rabu, 28 November 2012

Singapura dengan Ibu-Ibu Dharmawanita

Diketik pada 8 April 2011

Patung Singa
Tiga bulan yang lalu, saya dapet kesempatan gratis (dibayarin orang tua,haha) buat menikmati negara tetangga kita yaitu Singapura. Biasa ya?. Mungkin, anda sudah banyak yang pernah pernah pergi kesana, atau bahkan sudah berulang kali. Namun bagi saya ini adalah pengalaman pertama, apalagi ditemani oleh ibu-ibu Dharmawanita. 

"Kevin, kok tukang parkirnya udah tua-tua (60th)", tanya saya ketika bis yang kami tumpangi baru saja sampai di Universal Studio, Singapura. Dengan diawali pernyataan "good question Lodra", kemudian Kevin menjelaskan, kalau bekerja di usia senja itu memang kebijakan pemerintah Singapura. Di negara yang tidak lebih luas dari Jakarta ini, biaya hidup sangatlah tinggi jadi kalau orang-orang tua itu pada tidak bekerja, nantinya akan menyusahkan anak-anak mereka sendiri.

Ternyata benar saja apa yang dikatakan kevin. Setelah lelah bermain di Ancolnya Singapura (Universal Studio), perut saya mendadak lapar. Supaya terlihat kebule-bulean, maka saya putuskan untuk makan burger, kentang, salad dan minum soft drink. Ternyata, total harganya sampe 10 dolar / Rp.68ribu, MAHAL BANGET BOI. Memang sih itu 10 dolar karena di Universal Studio, tapi klo makan biasa sih kayak nasi lemak + minum teh, biasanya nyampe 5-6 dolar / Rp.46ribu, TERNYATA SAMA JUGA MAHALNYA BOI,haha Ya... begitulah mahalnya Singapura. Bahkan si Kevin aja ngaku belom kawin di usianya yang beranjak 33 tahun karena belom punya cukup uang. "Di sini segala-gala mahal".

Sabtu, 15 September 2012

Kejutan-kejutan setiap harinya

Asmaul Husna, peraih medali emas karate PON XVIII

Setiap hari adalah kejutan, setidaknya itulah yang selalu saya rasakan ketika bekerja di Antara... Baru satu bulan bekerja, sudah disuruh pergi ke Hambalang.

Waktu itu saya ikutan rombongan para wartawan, dan berkesempatan menjadi salah satu dari segelintir orang yang boleh melihat secara langsung amblesnya gedung di sana (bayangin boi, cuma segelintir doangggg, uhuy dah). Dan jadilah berita ini http://www.antaratv.com/berita/313352/berkeliling-proyek-hambalang

Lalu selanjutnya ada juga kejutan untuk meliput ke peristiwa duka tentang jatuhnya pesawat fokker di Halim. Kejutan yang paling mewah adalah ketika harus pergi ke Bandung untuk menjajal varian terbaru mobil honda, yaitu Brio.

Ketika itu saya diperbolehkan menyetir langsung mobil yang belum ada satupun orang di Indonesia yang punya (Mantaapppp gak tuh boi). Saya bebas nge-rem, nge-gas, sepanjang jalan cipularang. Bahkan ada kesempatan juga untuk saya dan wartawan-wartawan lain buat nge-drift pake Brio.

Kamis, 19 Juli 2012

stasiun bekasi

Stasiun Bekasi pukul 08.27






Sempat saya merasakan kenikmatan menggunakan jasa kereta commuter line. Selama satu bulan hampir setiap pagi, mengunjungi Stasiun Bekasi.

Awalnya terlihat keramaian yang tak terdefinisikan, namun lama kelamaan mulai bisa terpetakan. Saya mulai paham rutinitas orang-orang yang lalu-lalang. Sekilas mereka beragam, tapi sekaligus sangat seragam.

Ketika kereta datang, terbukalah perlahan pintu-pintu. Dari berbagai penjuru, laki-laki ataupun perempuan semuanya berjejal masuk berdesakan. Mereka menuju satu kenyamanan, berupa tempat duduk yang hanya sedikit itu.

Lalu para pedagang datang menjajakan jualannya. Ada yang menawarkan pakaian, tissue, permen, koran, sampai tukang ngamen. Kalau diperhatikan, wajah yang muncul ya hanya dia-dia saja. Wajah penuh harap yang ingin segera sampai tujuan, untuk sebuah cita-cita.

Selasa, 26 Juni 2012

Rindu Jatinangor


"Bandung Giri Gahana Golf", karya Rukmini Affandi - secuil gambaran tentang Jatinangor dalam kanvas
Saya mulai merindukan Jatinangor, bahkan dari sebelum benar-benar meninggalkannya...
Akibat rasa kangen yang luar biasa itu, akhirnya lahirlah tulisan ini:


Lari

Selalu ada saat untuk yang pertama, apa pun itu...
Mungkin setelah yang pertama akan ada yang kedua dan ketiga
Mungkin juga, saat pertama itu adalah yang terakhir

Rabu, 30 Mei 2012

Bajaj Lodra

Bajaj Lodra di jalan Haji Agus Salim, Jakarta.
Ya, nama saya memang Lodra, tapi yang punya bajaj ini bukan saya.
Sumpah deh, bukan punya saya, hehe...

Saya aja ketawa sendiri pas ketemu Bajaj Lodra, untung pas lagi lampu merah. Jadi langsung aja saya nyebrang jalan, dan minta izin buat foto. Lumayan kan ketemu kembaran..

Sabtu, 28 April 2012

Dimarahi Pak Raden

Pak Raden di acara Card To Post, FX, Senayan, Jakarta (21/4).

Saya: Pak Raden, saya foto ya?
Pak Raden: Fotonya sendiriran?, wah kalo sendirian saya marah ini...

Sabtu, 31 Maret 2012

Pencitraan Pencukur Ketek

Cuma beda warna
Inilah salah satu pengaplikasian ilmu marketing, bahwa perempuan dan laki-laki itu punya daya beli yang berbeda. Terutama dalam hal membeli cukuran ketek/rambut-rambut halus lainnya yang akan "saru" jika disebutkan namanya.

Senin, 26 Maret 2012

BLT (Bantuan Langsung Tai Anjing)

ekspresi penjual lumpia basah di lingkungan Unpad, Jatinangor

BBM boleh naik : Asalkan bukan untuk BLT (bantuan langsung tunai) atau BLSM (bantuan langsuing sementara masyarakat), karena keduanya sama saja menyuap rakyat. Menyuap untuk citra baik, menyuap untuk dibilang pro rakyat, menyuap untuk sebuah kelicikan politik. Dari segi pendataan penerima BLT/BLSM juga saya yakin BPS tidak punya data jelas. Lha wong sensus penduduk aja masih asal-asalan, buktinya banyak orang yang gak punya KTP atau bahkan KTPnya lebih dari satu.

Jumat, 09 Maret 2012

Transportasi alternatif Jatinangor-Bandung

Travel Jatinangor-Bandung, naik dua ribu rupiah

Sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu, moda transportasi untuk masyarakat Jatinangor yang ingin ke Bandung menjadi bertambah. Selain Bis Damri (Dipatiukur-Jatinangor), angkot 24 jam, atau Bis Babon (Bandung-Cirebon yang lewat Jatinangor), sekarang ada Arnes Travel. Dengan membayar Rp.12rb anda bisa memilih jadwal keberangkatan setiap setengah jam, mulai dari jam 6.00 pagi sampai 10.00 malam.

Kamis, 16 Februari 2012

empat belas februari dua ribu dua belas

Kue ultah ke-23 buat saya dari Larasati

Tanggal 14 februari itu ada yang bilang hari valentine, hari peringatan pembela tanah air (PETA), atau juga hari berubahnya Lativi jadi Tvone. Ya mungkin memang tanggal 14 Februari itu maknanya berbeda-beda bagi tiap orang, tapi 14 Februari bagi saya adalah hari ulang tahun, cieee, hehe...

Nah nikmatnya orang yang lagi ulang tahun itu dapet banyak do'a, mulai dari orang tua, teman, sampai saudara. Trus do'anya yang baek2 lagi, jadi semoga aja dikabulin sama Allah yang memang terbaik buat saya, aamiiiin... Perbedaan dari tahun-tahun lalu, ulang tahun kali ini saya dapet plus hadiah kue, cieee lagi nih, hehe...

Iya, yang ngasih tidak lain dan tidak bukan adalah Larasati. Perasaan saya sih seneng banget waktu dapet kue, mungkin si Larasati gak tau klo saya seneng banget hari itu. Maklum, Larasati itu tinggal di Jakarta dan saya tuh masih di Jatinangor. Lagian siapa coba yang gak bingung tiba-tiba di kosannya ada kue (biasanya mah gak pernah ada yang ngasih, boro-boro kue, martabak aja gak pernah,hehe). Ya klo kata-kata "makasih" dan "seneng" sih udah dikasih tau lewat sms atau ym, tapi kan perasaan seneng bangetnya kyaknya gak tersalurkan semua deh...

Nah setelah baca postingan ini pasti Larasati jadi tau seberapa senengnya saya, semoga dia bisa mengerti, dan kami jadi saling mengerti :)

Senin, 06 Februari 2012

Lebih baik ku kecewa
daripada ku merana, hingga terluka
karena pengobat cinta 
sungguh mahal-mahal harganya
(Meggy Z - Senyum Membawa Luka / Anggur Merah)

Jumat, 27 Januari 2012

Demokrasi untuk Ketua RW?

Pamflet pemilihan Ketua RW yang ada di pemukiman belakang Jatos, Jatinangor

Entahlah, sepertinya semua-semua itu baru dianggap adil kalau sudah melalui jalan demokrasi. Ya maklum juga sih, soalnya kan sistem negara kita begitu. Jadi mau gak mau, demokrasi selalu dianggap sebagai cara yang paling benar. Efeknya ya, mulai dari pemilihan presiden, anggota DPR, ketua kelas di sekolah, pengurus masjid, sampai ketua RW, sampe ikut-ikutan demokratis (sok demokratis). Semuanya harus lewat PEMILU & VOTING!

Padahal, lingkungan RW kan hanya sebuah skup kecil dalam kategori pembagian wilayah. RW hanya satu tingkat di atas RT, biasanya menampung kurang lebih 7-10 RT. Dan menurut peraturan menteri dalam negeri, satu RT itu isinya 30-50 kepala keluarga. Paling-paling juga maksimal satu RW tidak sampai 500 KK, sehingga secara kedekatan pasti orang-orangnya juga masih pada mengenal satu sama lain.

Rabu, 25 Januari 2012

Slamet 2012

Jadi gini ceritanya, saya tuh gak pernah punya resolusi tiap tahunnya. Saya cenderung orang yang mengalir aja, aseeekk, haha... Namun setelah dipikir-pikir, cara pikir kayak gitu tuh kurang baik. Jadi saya buat resolusi mulai tahun ini. Pertama saya pengen ke Surabaya. Kebetulan di sana juga ada saudara yang jadi pengusaha ayam goreng kriuk yang merk dagannya udah lumayan terkenal di Jakarta (insyaAllah makan terjamin, haha). Trus di Surabaya saya juga punya temen yang udah lama gak ketemu. Doyok namanya, saya pengen ngunjungin dia.

Sebenarnya ke Surabaya adalah salah satu cara untuk mencapai rencana besar saya untuk keliling Indonesia. Ya namanya juga cita-cita, sebelum meninggal saya pengen bisa mewujudkannya. Buat ngewujudin itu, saya udah nyicil dikit-dikit. Untuk di pulau Jawa, Surabaya doang nih kota besar yang belom saya sampe ke sana. Jakarta udah (emang lahir di sana), Bandung (kuliah deket situ), Serang (cuma lewat pas ke Anyer), Semarang, sama Jogja semuanya udah pernah. Jadi ya semoga tahun ini bisa Surabaya...

Lontong Anak Amak

Sudah kurang lebih satu semester saya pindah kosan, dari Hegarmanah ke jalan Sayang. Masih di Jatinangor juga sih, jaraknya gak sampe 1 Kilometer, tapi yang namanya pindah pasti ada beberapa penyesuaian. Mulai dari kenalan sama temen kosan baru, sampai cari tempat makan baru. Dulu klo di Hegarmanah ada warung Bu RT yang paling mantap karena harganya murah dan rasanya juga lumayan. Sekarang di Sayang ada warteg lumayan murahnya (7rb:nasi,ayam,sayurnya dua macem), walaupun rasanya gak seenak Bu RT.

Ini dia kosan baru saya di Sayang (yang sebelah kiri, bukan yang kamar susun itu) dan penjaganya

Selasa, 27 Desember 2011

Helm, Curhat, dan Twitter

Favorit saya: "SUDAH GANTENG, PUNYA DUIT, MASIH PERJAKA LAGI"
Helm, fungsinya memang vital bagi keselamatan pengguna sepeda motor yaitu sebagai pelindung kepala. Untuk itu sejak tahun 2009, pemerintah mengeluarkan UU No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 yang isinya: "Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia". Dan jika peraturan tersebut tidak dipatuhi, maka anda akan dikenakan denda sebesar Rp. 250.000,00. 

Namun selain fungsinya sebagai pelindung kepala, helm ternyata punya fungsi lain. Salah satunya yaitu sebagai tempat CURHAT. Seperti helm yang saya temui ini. Mungkin si empunya helm bukan tipe orang yang bisa bercerita pada kawannya, atau mungkin dia tidak punya kawan sehingga harus memilih helm sebagai tempatnya mengadu.