![]() |
Wajah Agus Salim yang terpampang di sampul buku "Pesan-Pesan Islam" |
Umur saya tetap 25 tahun sekarang, tapi saya nggak bohong kok pernah diajar Agus Salim. Jadi gini ceritanya, pas tahun 1953 itu Agus Salim pernah diundang untuk mengajar kuliah umum di Universitas Cornell Amerika Serikat. Selama enam bulan, dia terus masuk ke kelas secara reguler memberi pelajaran tentang sejarah Islam. Sangat menarik kuliahnya sampai-sampai semua omongan Agus Salim selama di kelas direkam oleh notulen secara lengkap. Jadi, seperti ada transkrip dari materi kuliahnya tersebut. Nah transkrip tersebutlah yang kemudian dijadikan sebuah buku yang berjudul "Pesan-Pesan Islam, Rangkaian Kuliah Musim Semi 1953 Cornell University Amerika Serikat", dan akhirnya berhasil saya baca. Gitu loh ceritanya...
Tapi memang impresi pertama kali saya baca buku ini, ya seperti benar-benar sedang diajar oleh Agus Salim di kelas. Soalnya yang saya baca adalah bahasa tutur Agus Salim langsung, jadi membacanya serasa mengalir dan ringan. Lalu kelebihan lain dari buku ini adalah sejarah Islam diceritakan secara sederhana. Mungkin karena waktu itu yang jadi mahasiswa di kelas Agus Salim adalah bule-bule non-Islam. Maka tidak mungkin kalau menerangkan sejarah Islam dengan "ngejelimet".
Salah satu yang sangat saya suka dari materi sederhana kuliah Agus Salim adalah tentang puasa. Dia menerangkan kenapa waktu puasa ditentukan berdasar kalender Hijriah (menggunakan bulan)? Menurutnya itu adalah salah satu kuasa Allah, yang telah memikirkan segala sesuatunya. Mungkin yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia tidak pernah mengalami. Tapi buat orang-orang yang tinggal di negara dengan empat musim pasti paham.
Kalau menggunakan kalender masehi (menggunakan matahari), misalnya puasa jatuh di Agustus. Tentu seumur hidup dan selamanya orang yang tinggal di Amerika akan mengalami puasa di musim panas. Hal itu berarti puasa jadi terasa lebih berat karena waktu siang lebih lama dibandingkan malam. Bayangkan puasa selama 19 jam, berat banget kan rasanya. Tidak adil dong dengan orang-orang yang ada di daerah tropis yang cenderung punya waktu puasa stabil yaitu12 jam.
Nah hebatnya kalau pakai kalender hijriah, waktu puasa itu berubah-ubah jatuhnya. Kadang bisa jatuh di musim panas, semi, gugur, ataupun dingin. Sehingga buat orang-orang yang tinggal di daerah subtropis seperti Amerika bisa mengalami puasa yang hanya 7 jam, kalau sedang mengalami musim dingin.
Ya kira-kira begitulah pembahasan Agus Salim tentang Islam. Sangat sederhana kan, tapi mengena di hati. Salut buat Agus Salim. Terimakasih sudah mau jadi dosen saya :)...
NB: Postingan ini dibuat selain untuk mengisi blog saya biar ramai, juga untuk ikut serta sebagai #Pencermat (Pencerita Jumat). Jadi saya dan beberapa teman seperti Rizki, Tito, Andra dan tambah satu lagi katanya Dimas mau ikutan. Kita berjanji untuk menuliskan cerita apapun setiap hari Jumat, selama satu bulan ke depan. Dan ini adalah tulisan kedua saya sebagai #Pencermat. Semoga suka :)
tulisannya selalu bagus terimakasih sudah berbagi
BalasHapustolak angin
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny