Jumat, 24 Juni 2016

Garuda dan Batik

Sial!, makiku pada diri sendiri
Tanpa sadar selama ini ternyata aku selalu terbang dengan Garuda.
Maklum bukan aku yang membayar
Mungkin sudah 3,4,5, 10? lebih sepertinya
Aku terbuai, dengan segala kemewahannya
meski bukan di kelas satu
Aku juga bukan pilot, atau awak kabin
Akulah penumpang
Menebeng terbang

Sampai suatu saat, baru aku disadarkan Batik itu ada
Inilah penerbangan ku pertama dengannya
Lagi-lagi ada yang membayar
Salah ku, berharap dirinya adalah Garuda
Salah ku, membandingkan keduanya
Jadilah kecewa

Layar monitor memang ada, tapi perlu bayar untuk suara
Sejak kapan mendengar harus bayar?
Itu kebebasan, karunia dari Tuhan
Kecuali Anda adalah spesial
Dan Batik mengajarkan kita untuk menjadi spesial
Memberitahu bahwa tidak semua bergelimang kemewahan
Bahwa butuh uang untuk kemewahan
Bahwa, ah sudahlah
Kini aku terbiasa

NB: Ini bukan puisi, hanya sekedar tulisan biasa. Sudah lama saya tidak menulis untuk diri sendiri.

1 komentar: