Rabu, 07 Desember 2011

Aku akan tetap menahan 
Aku tak akan berubah 
Aku tak akan mau dewasa 
Bila dewasa sepertimu aku tak mau 
Puppen - Atur Aku

Sabtu, 03 Desember 2011

Lowongan kerja

Spanduk pendaftaran TNI di depan Unpad DU

Mau kah kita kembali berseragam?, mungkin itu pertanyaan paling mendasar yang keluar dari pikiran saya ketika melihat spanduk tersebut. Setelah 9 tahun berseragam sekolah, dengan penampilan rambut sampai sepatu yang selalu diatur. Kemudian setelah semua penyeragaman itu, datanglah sebuah surga dunia kebebasan yang bernama "kuliah" (sampe sekarang udah 5 tahun belom beres2,hehe). Saat kuliah tak adalagi peraturan seragam, semuanya bebas, mulai dari bebas berpakaian, bebas berpandangan, bebas memilih, bebas segala-galanya. Jika berpikir singkat hanya karena hal penyeragaman, mungkin saya akan menolak untuk mendaftarkan diri ke TNI.

Sabtu, 26 November 2011

Putera?

Putera? (masjid Unpad DU, Bandung)

Meskipun kita orang Indonesia yang dari SD sudah diajarkan Bahasa Indonesia, namun ketika menulis kerap saja terjadi kesalahan. Contohnya adalah pada papan pengumuman yang ada di tempat wudu masjid Unpad Dipatiukur, Bandung. Pengumuman ini sebenarnya ingin menunjukkan kalau tempat wudu di sebelah sini dikhususkan untuk laki-laki. Dalam kata yang lain, laki-laki memang bisa diganti dengan "putera". Hanya saja, ternyata kata "putera" itu tidak memiliki arti dalam Bahasa Indonesia. Kok bisa?...

Selasa, 22 November 2011

Kau nggak mikirin sebagian tubuh yang menganga
Kau nggak mikirin nafsu lawan bicara
Sementara detak jantungku berantakan
Aku gak tahan lagi
(Otak Kotor - Jamrud)

Senin, 21 November 2011

dua anak lebih baik

A. Heryawan : dua anak memang lebih baik, namun enam anak paling baik

Saat ini Jawa Barat memiliki penduduk terbanyak se-Indonesia, jumlahnya mencapai 43 juta jiwa. Itu berarti provinsi pimpinan Ahmad Heryawan ini memiliki 6% SDM dari total jumlah penduduk Indonesia (259 juta jiwa). Bandung sebagai ibukota provinsi, didaulat sebagai kota terpadat se-Jawa Barat dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 14orang/meter. Busyeeet rame benerrrrr...

Jumat, 18 November 2011

Daihatsu atau Duitsaha?

Daihatsu atau Duitsaha?
Mungkin harga mobil Daihatsu terbaru di pasaran tinggi, sehingga si empunya mobil tidak sanggup untuk membeli. Sebagai orang Bandung (kata orang sih kreatif) tentunya dia tidak tinggal diam begitu saja. Sebuah protes dilayangkan dengan mengganti merek Daihatsu menjadi Duitsaha. Dalam bahasa sunda, Duitsaha itu artinya "duit siapa?". Protes itu seolah-olah ingin memberitahu kepada seluruh pegawai Daihatsu yang ditemui di setiap jalan yang dilewati mobil ini agar mengerti, kalau : "Meuli mobil Daihatsu baru teh mahal, Meuli na nganggo duit saha?"...

Foto ini ditujukan untuk sodara Guntur Kusuma Ardhy / @utuybento (pegawai Daihatsu)

Selasa, 15 November 2011

Hotel Scarlet Dago

Ketika lagi nganterin temen buat cari-cari kamar hotel untuk nginep keluarganya yang mau dateng wisudaan. Gak terasa, ternyata saat itu udah masuk waktu Dzuhur. 
"Kalo mau sholat, dimana mas?", tanya saya pada resepsionis hotel.
"Mushola ada di basement", jawab mas resepsionis
kemudian saya sambangi mushola yang ditunjukkan sama mas resepsionis. Ternyata tempatnya barengan sama parkiran mobil, ya standart mal/pusat perbelanjaan lah. Udah gitu musholanya kecil lagi, kira-kira ukurannya segede kosan mahasiswa "tingkat banyak" yang udah gak dibiayain lagi kuliahnya sama orang tua gara-gara kelamaan lulus, haha... Pokoknya mushola itu gak sesuai deh sama nama hotel (Scarlet Dago) yang keren begitu, hehe..

Oke, coba kita kesampingkan dulu masalah mushola. Kita kembali ke awal dimana saya kan niatnya mau sholat. Tentunya sebelum sholat kita harus berwudlu dulu, betul?... Tapi sebelum berwudlu saya pipis dulu, maklum kebelet,hehe... Nah masuklah saya ke kamar mandi dekat mushola. Pas buka pintu, eh gak taunya nemu pengumuman di tembok kamar mandi yang isinya begini :

"Tanks"?

Rabu, 02 November 2011

Inilahkoran

Koran baru yang taglinenya : Dari Bandung Untuk Indonesia

Semua juga udah tau kalau media massa yang bentuknya seperti yang di atas, itu namanya "koran". Ngapain sih dikasih tahu lagi? Tapi memang begitu nama koran yang baru terbit dua hari yang lalu ini : "INILAH KORAN". Seolah-olah nama koran baru ini menganggap koran-koran yang lebih dahulu terbit sebelum dia itu bukanlah koran. Benar-benar sungguh sangat sombong sekali...

Selasa, 25 Oktober 2011

Namun semangat tak pernah pudar, 
Meski langkahmu kadang gemetar,
Kau tetap setia
(Titip Rindu Buat Ayah - Ebiet G. Ade)

Kamis, 20 Oktober 2011

Toilet Rusak

pengumuman yang informatif sekaligus menghibur seperti ini sungguh sangat diperlukan

Ketika mau pipis di wc salah satu kantor jurusan di kampus ilmu komunikasi paling populer di Indonesia, yang notabene adalah kampus saya,hehe... eh ketemu toilet yang ada tulisannya begini :
"BUKAN UNTUK DIPAKAI! HANYA UNTUK DILIHAT! SAMPAI ADA YANG BISA MEMBETULKANNYA..."

Rabu, 12 Oktober 2011

Terlalu Cepat

terlalu cepat
 
Kadang semuanya terasa terlalu cepat, tiba-tiba sudah harus berpisah saja.
kelakuan dan kegiatan yang dengan lelah kita tata,
kebiasaan itu, terpaksa dirombak. Padahal seperti baru kemarin berjumpa.

Benar-benar berat, meninggalkan
apa yang kita bersama namakan rasa nyaman
apa yang kita tanam, dan kemudian tumbuh jadi rasa sayang
sepertinya butuh sekitar dua ratus lima puluh tujuh tarikan nafas panjang,
untuk benar-benar melupakan

Senin, 10 Oktober 2011

Jadi orang jangan pemarah, salah sedikit naik darah
Kalau kita jadi pemarah, teman jauh rezeki susah
Lebih baik jadi peramah, salah sedikit maafkanlah
Kalau kita jadi peramah, teman banyak rezeki mudah
(Rhoma Irama - Pemarah)

Bukti Kesundaan

Kata FESAN dan KANOFI sangat khas sunda, namun kenapa PAGAR tidak menjadi FAGAR? 
Ini adalah bukti nyata tentang tulisan saya yang sebelum-sebelumnya, kalau orang sunda itu tidak bisa ngomong ataupun menulis huruf F / P / V dengan baik dan benar. Tanpa perlu di konfirmasi lagi, hampir pasti (sekitar 89%) yang buat tulisan di papan iklan itu pasti orang sunda.
cekidot tulisan lama saya --> http://yangpentingnyoba.blogspot.com/2011/09/sunda-pisan.html

Kamis, 06 Oktober 2011

Penunjuk Arah Bermasalah

Papan penunjuk arah paling ramai se-jatinangor dan sepenglihatan saya
Sudah kurang lebih tiga bulan, papan penunjuk arah itu muncul di Jatinangor. Sudah selama itu juga, saya tidak bisa membaca keseluruhan apa yang tertera disana. Setiap kali lewat dengan Honda 70 kepunyaan saya, atau dengan angkot coklat Sumedang-Cileunyi, atau dengan nebeng naik mobil teman, semuanya sama, tetap saja tidak terbaca semua. Paling mentok, saya cuma bisa baca sampai PINE WOOD APART.. Cuma sampai situ, mungkin karena bingung, apaan sih PINE WOOD APART.?, bagi saya yang sudah 5 tahun disini saja, mencerna nama tempat itu butuh 4 detik (haha, terlalu terpresisi ya?, gapapa deh biar seru). Apalagi bagi yang bukan warga Jatinangor?, pasti mereka butuh waktu yang lebih dari itu.

Lagian apa coba arti PINE WOOD APART.? = HUTAN PINUS TERPISAH.?
hasil googling saya dari http://www.enchantedlearning.com/abbreviations/ dan http://www.thefreedictionary.com/apt., ---> APARTMENT tuh kalo disingkat dalam bahasa inggris, jadinya apt.. Sok-sokan pake bahasa inggris sih, padahal di Indonesia!

Jumat, 30 September 2011

Sekilas nampak durjana
tapi nona kau tengah tertipu mata
lusuh hanya tampak luarnya
beranjak mendekatlah tiada mengapa
(Superglad - Teenflick Rocker)
Ingin ku ludahi muka mu yang cantik, 
agar kau mengerti 
bahwa kau memang cantik  
(Iwan Fals-Maaf Cintaku)

Sabtu, 24 September 2011

Sunda Pisan

Orang Sunda memang khas
Sudah bukan rahasia lagi, kalau mereka itu tidak bisa menyebut huruf "F" dengan baik.
Kadang mereka menyebut "F" dengan bunyi "EP" yang keluar dari mulutnya, atau malah kadang terdengar seperti membunyikan huruf "P". Ada sebuah kalimat yang sering digunakan oleh orang Sunda sendiri untuk sekedar menertawai kebiasaan khasnya itu :
Siapa bilang orang Sunda gak bisa ngomong "F" itu "PITNAH!"

Senin, 19 September 2011

Limbangan yang terlupakan

Semboyan Kec. Balubur Limbangan, Garut yang terpotret ketika sedang mudik lebaran
Setiap mudik lebaran ke Jawa Tengah, klo lewat jalur selatan pasti lewat Limbangan, Kabupaten Garut. Namun biarpun sering lewat tapi saya gak tau apa-apa tentang kecamatan ini. Untuk itu saya sengaja motret semboyan yang dipunya sama  Kec.Limbangan bunyinya : LIMBANGAN DANGDAN NGUDAG KAHAYANG. Harapannya sih biar bisa mengenal lebih dekat kecamatan ini.

Tapi karena saya juga gak ngerti apa artinya tuh semboyan,hehe... maka saya minta bantuan teman yang asli Garut, Ikhsan Alfaraby buat menterjemahkan semboyan tersebut. Menurut dia dalam bahasa Indonesia artinya : LIMBANGAN BERDANDAN MENGEJAR KEINGINAN.

Dari semboyan itu sih saya mikirnya Limbangan itu kecamatan yang belum mapan, yang masih mencari-cari bentuk idealnya. Jadi wajarlah kalo saya emang gak tahu (alasan,hehe). Trus saya coba cari juga di google, kali aja nemu informasi yang lebih jauh lagi. Eh bener saya dapet info berharga lain, ternyata dulu tuh Limbangan termasuk nama yang penting bagi keberadaan Kabupaten Garut. Ya Garut yang sedang ramai di sorot media massa, Garut yang Wakil bupati-nya artis dan saat ini pengen mengundurkan diri.

Ini info yang saya dapet dari hasil googling, ditulis oleh Drs. Kunto Sofianto, M.Hum (penulis buku Garoet Kota Intan : sejarah lokal Kota Garut sejak zaman kolonial Belanda hingga masa kini),


"Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendles dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila(indigo). 

Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya, panitia menemukan Cumurah, sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota.  

Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Selain tanahnya subur, tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak.

Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut".

Sejak saat itu, para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut). Dengan ditemukannya Ci Garut, daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan."


Sumber : http://wahidasgar.blogspot.com/2010/05/sejarah-limbangan-garut.html

Rabu, 14 September 2011

Bahagia Sedot Wc

Iklan sedot wc yang paling komperhensif se-Jatinangor, adanya di jl. Sayang

Selasa, 13 September 2011

lukisan tembok jalan

silahkan coba hubungi nomer telepon yang tertera di bokongnya

Voucher isi ulang PLN

Ketika lambang PLN disejajarkan dengan provider telepon selular, jl. Raya Hankam, Bekasi

Foto diatas bukan berarti saat ini PLN telah melebarkan sayap dengan menjadi salah satu provider telepon selular. Lambang PLN tersebut dimaksudkan untuk para pelanggan listrik prabayar yang mau melakukan isi ulang pulsa energi listrik, bisa dilakukan di warung itu. Pertanyaannya adalah emangnya listrik bisa diisi ulang?

Di zaman rumah petak dan ngotrak ini, banyak dari kita yang kadang gak sadar kalau ternyata penggunaan listrik dikontrakan sebulannya itu melebihi biaya ngontrak sebulan, haha... Nah supaya gak terjadi lagi yang kayak begituan, PLN meluncurkan program listrik isi ulang atau listrik prabayar. Program baru ini, sistemnya persis seperti isi ulang pulsa handphone yang memungkinkan para pelanggan PLN bisa mengatur sendiri pengeluaran listriknya berdasarkan pulsa yang dibelinya.

Keuntungan listrik prabayar, ternyata bukan cuma buat pelanggan PLN. Orang-orang kaya pengusaha kontrakan, juga harusnya ngerasain untungnya pake listrik prabayar. Mereka jadi gak usah takut lagi kalau-kalau tagihan listrik gak dibayarin sama yang ngontrak/ yang ngontrak kabur dengan ninggalin tunggakan listrik. Kenapa? Soalnya pembayaran listrik itu 100% ditanggung yang ngontrak, kalau yang ngontrak gak mau isi ulang pulsa listriknya, ya... kontrakannya mati lampu,hehe...

Sebenernya, program listrik prabayar udah mulai dijalankan sejak 1 tahun lalu. Namun ramainya pengguna program tersebut baru bisa dirasakan sekarang-sekarang ini. Nah, karena itu tukang-tukang pulsa disekitar rumah saya sudah mulai melihat peluang ini. Mereka tidak segan-segan lagi memajang lambang PLN besar-besar dan diurutan yang paling atas. Maksudnya agar pelanggan listrik prabyar tau kalau di warung itu menjual voucher isi ulang listrik PLN, dan setelah tau, apalagi kalau bukan membeli pulsa disitu...uhuy

Minggu, 21 Agustus 2011

Mazda Vantrend

Kadang sebuah barang bisa menjadi hal penting bagi seorang manusia, apabila terkandung memori-memori indah di dalamnya.
MBS, foto bersama dengan latar IPDN, Jatinangor
Sore hari (21/8) adalah saat diadakannya kegiatan buka puasa bersama Mazda Bandung Society (MBS). Mengikuti acara tersebut membuat memori-memori lama saya bangkit kembali. Maklum, dulu bapak saya punya mobil Mazda Vantrend. Mobil terbaik yang saat itu dimiliki keluarga kami. Dibeli tahun 1994, mobil itu selalu menemani kami sekeluarga bepergian. Mulai dari mudik, pergi ke sekolah, main ke kantor mamah, ke kantor bapak, belanja, sampai silaturahmi ke berbagai sanak-saudara.

Namun, perjalanan dengan Vantrend saat mudik menjadi kenangan paling berkesan yang saya ingat. Waktu itu untuk menyiasati agar saya dan adik saya bisa nyaman di perjalanan panjang. Bapak sengaja melipat kursi bagian belakang Vantrend sehingga sejajar dengan bagasi. Alhasil hilanglah kursi belakang Vantrend kami dan berubah jadi ruangan kosong. Kemudian, bapak menaruh kasur palembang dibelakang dan jadilah tempat tidur untuk saya dan adik saya (ketika itu sih terasa lega, maklum masih kecil)

Vantrend milik paman tampak depan (dulu punya saya)

Beranjak rada gede, saya sudah bisa nyetir dan mulai berani mengendarai Vantrend. Dulu, saya bawa Vantrend sesekali ke sekolah. Oleh teman-teman, Vantrend saya dijuluki "mobil anak muda". Pas saya SMA, Vantrend itu udah termasuk mobil tua karena teman-teman saya waktu itu udah pada bawa Honda Jazz. Tapi begitu senangnya saya, ketika banyak teman yang memilih untuk ikut pergi naik Vantrend saya ketimbang Jazz milik teman saya itu,hehe.

Begitu identiknya saya dengan Vantrend, sampai ada teman perempuan saya yang pernah bilang ke saya, "lod, gw waktu itu ngeliat vantrend warna silver, trus gw jadi keinget sama lo". Gila gak tuh, ternyata gw diinget-inget, haha...

Plat nomer yang identik dengan tanggal lahir saya

Sekarang Vantrend itu sudah bukan milik bapak saya lagi, melainkan sudah berpindah tangan ke paman saya. Kehilangan Vantrend pernah saya tangisi, tapi sekarang saya sudah tenang karena tahu kalau Vantrend saya selalu dirawat oleh paman saya. Dan, kalau tiba-tiba saya rindu pada Vantrend, saya tinggal main saja ke rumah paman, itung-itung silaturahmi.


Sabtu, 20 Agustus 2011

Lukisan Foto

Lebaran tahun kemarin, saya diminta oleh bapak saya memfoto ulang lukisan foto alm. mbah putri dan kakung. Maklumlah, lukisan foto itu sudah hampir lapuk termakan usia. Dan yang terpenting, lukisan foto tersebut adalah satu-satunya rekaman wajah mbah saya ketika masih muda (sekitar usia 20 tahun). Untuk itu, akan sangat sayang jika nanti hilang begitu saja...

Zaman mbah saya muda (1950), mungkin penggunaan dan orang yang punya kamera belum seperti saat ini, massal. Karena ketika itu, kamera hanya bisa dipunyai oleh kalangan terbatas saja (media, orang kaya, dan elit-elit negara). Jadi untuk mengabadikan sebuah momen, mereka harus mendatangkan tukang lukis segala. Yang mana, mbah saya harus mematung sekian puluh menit lamanya demi mendapatkan citra diri dari guratan-guratan pensil si tukang lukis (persis ketika Kate Winselt dilukis di film Titanic lah, tapi versi halal, haha).

Beruntunglah kita sekarang yang hidup di zaman kamera massal, kamera murah dan kamera sudah sangat mudah mengoprasionalkannya. Sekarang kamera sudah ada di handphone, kamera sudah menclok di ipod, sudah ada kamera pocket. Kalau sudah demikian mudah begitu, yang keterlaluan adalah manusia-manusia yang tidak memanfaatkannya untuk mengabadikan, mendokumentasikan momen. Sadarlah kalau manusia itu pelupa dan semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang mudah melupakan, AMIN!

Mbah Matori (ayah dari bapak saya)

Mbah Muntamah (ibu dari bapak saya)


Rabu, 17 Agustus 2011

Ini dia Mahameru

Wew, tiba-tiba saya rindu sama Mahameru, rindu sama perjalanannya, rindu sama teman-temannya, rindu sama pembicaraan di sana, rindu Alfred, Dzaki, Tito, Ayu, Teti, Joni, Ardy, Bona, Allan, Agun, pokoknya rindu...

Mungkin dari sekian banyak momen dalam hidup saya, Mahameru termasuk yang tak terlupakan. Ingatan saya masih begitu jelas ketika kami tersasar di awal perjalanan menuju Tumpang, lalu naik jeep malam-malam ke Ranu Pani yang saat itu udaranya dingin naujubile, kemudian makan rawon super duper nikmat, berbagi cerita cinta di kemah ranu kumbolo, berdo'a di tanjakan cinta, melihat indahnya oro-oro ombo, lelahnya menaiki tanjakan 5-2, sampai perasaan bangga bercampur kesombongan ketika berhasil sampai puncak tertinggi tanah jawa, semuanya terasa luar biasa...

Foto-foto panorama ini mungkin hanya sebagian kecil dari keluarbiasaan perjalanan ke Mahameru bagi saya, semoga anda bisa menikmatinya...

Ranu Pani, pemberhentian pertama bagi para pendaki. Tempat terakhir yang bisa dicapai oleh kendaraan (jeep).

Ranu Kumbolo, pemberhentian kedua, tempat menginap. Banyak pelancong yang tujuannya hanya sampai di sini.
Pemandangan dari punggung Gunung Semeru ketika matahari terbit
Pemandangan dari puncak Mahameru

#Terimakasih kawan, tanpa kalian saya mungkin tidak akan pernah merasakan nikmatnya berada di puncak

Jumat, 05 Agustus 2011

Banyaknya Pas Ramadhan Doang

Sedang membaca Al-qur'an di dalam mobil
Pemandangan seperti ini, banyak bisa dilihat ketika Ramadhan, namun setelah itu?
Bahkan, masjid-masjid ramai juga hanya pada Ramadhan saja.

Entahlah, mungkin Ramdhan benar-benar dianggap sebagai bulan yang sangat suci sehingga di bulan2 lainnya seolah-olah boleh dikotori.

Tidak Percaya Diri

Biasanya, yang dijual oleh politikus itu kepercayaan dirinya. Mereka akan dengan PDnya berjanji untuk melaksanakan ini dan melaksanakan itu, menurunkan harga ini dan menurunkan harga itu, tapi setelah terpilih.... hmmm, kita baru tahu kalau selain PDnya yang gede, bohongnya juga gede.

Nah, anehnya ternyata ada politikus yang tidak percaya diri. Setidaknya terlihat dari baligho yang mereka pasang di depan kantornya masing-masing :

Kok ada gambar bu Meganya pak Ketua DPD?, emang situ takut gak dikenal ya...

Waduh pak Anas, yang ketua partai Demokrat itu anda, apa pak SBY?

Kamis, 21 Juli 2011

Pekan Raya Jakarta

Sedang melakukan peragaan alat : bangku getar pembuat kurus, caranya dengan mendudukinya atau berdiri di atasnya.
Kegiatan ini dilakukan oleh perempuan2 itu dari pagi (PRJ buka) hingga malam hari (PRJ tutup) setiap harinya.
GETAR TERUS TIAP HARI ! 


Penggunaan kostum sapi yang selalu tersenyum dan menggemaskan ini, sebagai daya tarik untuk  mendapatkan  pembeli bersegmentasi anak-anak.  

Resiko penjual cantik : digoda lelaki.
Mungkin sudah 2451 laki-laki yang mengatakan ingin berkenalan,
namun hanya sekitar 3 atau 4 orang yang berhasil mendapatkan nomer teleponnya
YA NAMANYA JUGA USAHA!

Bingkisan khas PRJ yang isinya 8 buah snack ini rata-rata bisa laku 600 bungkus,
bahkan pada hari-hari tertentu bisa mencapai 1000 bungkus. Misalnya si penjual mendapatkan untung Rp.2000/bungkus, dengan penjualan rata-rata berarti setiap harinya dia bisa mendapatkan Rp.1.200.000. Pendapatannya bahkan lebih besar dari upah minimum regional Jakarta yang hanya Rp.1.290.000/bulan
LIHAT PELUANG DENGAN JELI BOI!

Selasa, 19 Juli 2011

Menteng yang Susah Ditemui



Menteng kan asli Jakarta kok disebut MENTENG PALEMBANG, 
mungkin biar laku kayak keluarganya yaitu Duku Palembang, 

atau memang ada Menteng Palembang? (hidung siapa=who knows)

"Kebanyakan  orang Jakarta sekarang pada kurang paham, kalau Menteng itu nama buah, Bintaro itu nama pohon dan Kebon Jeruk, memang dulu di sana ada hamparan tanaman yang benar-benar jeruk buahnya. Para pendatang agaknya hanya kenal nama-nama itu sebagai kawasan gedongan. Lalu, benarkah yang namanya peradaban itu berarti membangun banyak gedung?" Kalimat di atas adalah kutipan dari sebuah novel Kronik Betawi, karya Ratih Kumala. 

Begitu selesai saya membaca novel tersebut, saya langsung penasaran bagaimana sih buah menteng itu? Rasa-rasanya saya belom pernah tau, belom pernah lihat, apalagi ngerasain.
Namun seperti biasa, rasa penasaran itu hanya didiamkan saja tanpa usaha pencarian sedikitpun. Sampai-sampai hampir sudah 2 tahun terlupakan...

Eh tiba-tiba kemarin pas lagi sepedahan di Car Free Day (CFD)-nya Bekasi, saya nemu orang yang jualan buah Menteng. Seketika rasa penasaran saya dibangungkan lagi dari sekian lama tertidur di dalam otak. Langsung saja saya beli tuh Menteng, kalo gak salah harganya Rp.5000 dapet 1/4kg.

Dari segi bentuknya sih, Menteng itu kayak perpaduan buah Manggis dan Dukuh. Kalau rasanya sangat-sangat gak bersahabat sama lidah, asem-asem kecut. Gak ada enaknya sih sebenernya. Tapi entahlah kenapa banyak orang yang beli. Mungkin mereka sama seperti saya juga kali yang penasaran sama buah asli Jakarta itu. Soalnya denger-denger buah Menteng itu sekarang sudah tergolong langka. Selain itu Menteng juga termasuk kategori dilindungi, yakni dilindungi oleh yang punya pohon di rumahnya dari godaan maling buah yang terkutuk,hehe...


Ramai orang membeli menteng, padahal mah rasanya asem-asem kecut

Jumat, 15 Juli 2011

Kuis Iseng Berhadiah (Khusus Wilayah Jatinangor)

Boi dan Nona yang Budiman dan Budiwoman. Sebagai ucapan terimakasih atas kesetiaan kalian selama ini yang telah membaca foto-foto, tulisan dan berkomensapa di http://yangpentingnyoba.blogspot.com . Maka saya coba membuat Kuis Iseng Berhadiah : Teh Upet khas Cirebon (2kotak). Untuk mendapatkan hadianya, silahkan menjawab pertanyaan di bawah ini. Jawabannya diketik di kolom komentar, hadiah hanya untuk 1 penjawab benar pertama  :


Pernah melihat coretan di dinding yang biasa disebut grafiti, coba tuliskan ulang grafiti di dalam foto ini dengan benar 


Terimakasih atas perhatiannya untuk Boi dan Nona yang budiman dan budiwoman, semoga menang!

NB: 
1. Jika menjawab tuliskan nama dan akun twitternya, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan saya menghubungin Boi dan Nona jika menang.
2. Bagi yang tidak menuliskan nama dan akun twitternya, akan otomatis dieliminasi
3. Kuis ditutup sampai ada jawaban yang benar

INI DIA HADIAHNYA!!!

Kamis, 14 Juli 2011

Konser Tunggal Superglad


Metal, itulah kesan yang didapat ketika mendengarkan lagu di album baru Superglad

Mantap, itulah kata yang tepat untuk mewakili keseluruhan konser tunggal Superglad. Mulai dari harga pre-sale nya yang cuma Rp. 20.000. Ditambah dapet CD asli album terbaru (Cinta & Nafsu). Masih ada lagi bonus lainnya, dapet super fine clove cigaretes : Djarum Super.

Selain bonus-bonus barang, Superglad yang berhasil memainkan 32 lagu dalam konser tunggalnya itu juga menyuguhkan bonus penampilan panggung yang juga mantap. Mulai dari hadirnya bintang tamu, seperti Eka The Brandals, B'jah The Fly, Melani Subono sampai gitaris gaek Eet Sjahranie Edane. Di sela-sela pergantian lagu, penonton juga diberi tontonan video yang menampilkan orang-orang terdekat Superglad. Namun dari semua itu, penampilan yang paling mantap dan meluapkan emosi adalah ketika diputarkan film tentang almarhum istrinya Buluk (vocal). Disini Buluk sampai menitikan air mata saat menyanyikan lagu yang diciptakannya untuk almarhumah yaitu Senandung Rindu. Katanya Buluk sih lagu itu gak pernah bisa dia nyanyiin sampe selesai tapi untuk konser tunggal ini, Buluk berhasil menyelesaikannya, salut!

Buluk dengan slayer di microphone, ciri khas

Panggung gelap, tiba-tiba lampu terang menyala, menyorot punggung jaket jins Buluk yang sedang membelakangi pentonton. Terlihat Tulisan Love & Lust, itulah penanda konser sudah sampai penghujung acara yaitu launching album terbaru Superglad. Jap-jap metal mulai keluar dari gitar Dadi yang membuat penonton jadi mengangguk-anggukan kepala dan lebih bersemangat. Inilah metamorfosa musik Superglad yang sebelumnya cenderung lebih nge-rock. Dari segi liriknya pun lagu-lagu baru Superglad menawarkan tema-tema percintaan yang lebih liar, bukannya cinta galau seperti album-album sebelumnya. Hal ini memang sesuai dengan judul album baru mereka "Cinta dan Nafsu"  


Dengan jap-jap metal barunya, permainan gitar Dadi berhasil mengambil perhatian penonton

Panggungnya sederhana, tapi penampilannya luar biasa, "Rock Together Walk Together!"

Selasa, 28 Juni 2011

Masih Dijajah

Foto stensilan ini saya ambil disebuah parkiran restaurant di Kota Tua Jakarta
yang namanya VOC Galangan

Selasa, 07 Juni 2011

Pompa Infus

Saya baru tahu ada alat ini, pas ibu saya di kemo (bagi yang belom tau, kemo itu adalah obat buat penyembuhan kanker yang dimasukkin lewat infus, jadi prosesnya persis kayak orang diinfus aja). Bedanya sama infus, obat kemo itu biasanya masa kadarluarsanya cepet, bahkan ada yang gak boleh lebih dari 3 jam. Nah kalo gitu kan ribet tuh, apalagi kadang orang diinfus kan suka macet-macet cairannya gara2 kita suka gerak2. Obat yang harusnya masuk ke tubuh dalam 3 jam, eh malah kelebihan waktunya...

infus pump

Untuk itu ada yang namanya pompa infus (infus pump), alat ini tuh bisa menyesuaikan lamanya cairan infus masuk ke dalam tubuh. Jadi infusnya bisa di-setting. Nah perawat-perawat di rumah sakit gak langsung ngasih tu infus pump buat pasien, soalnya biasanya alatnya terbatas. Jadi kalo emang kalian butuh, gak usah ragu-ragu minta sama perawatnya buat dipasangin infus pump.

ibu saya pake infus pump

Ini kan demi pengobatan yang terbaik, semoga selalu diberi kesahatan, dan yang sakit disembuhkan, amin

Kloset duduk

wc RS Dharmais
Nah sekarang kalo udah tau caranya, gunakanlah dengan bijak!

Minggu, 29 Mei 2011

Sokaraja

Terletak di sebelah timur Purwokerto,
Sokarja begitu sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Di sana terkenal getuk goreng, mendoan,
dan yang terpenting adalah "Sroto" (soto) dengan khas ketupat dan campuran sambal kacangnya, benar-benar tak ada dua.
Mari mampir Sokaraja!

Mendoan
Kecik, katanya sih yang paling mantap Srotonya

Sroto Sokaraja

Rabu, 18 Mei 2011

Lampu dan Panggung

Foto Panggung adalah tentang bagaimana memanfaatkan lampu dan asap.
Biasanya di acara-acara yang cukup meriah, asap menjadi salah satu barang wajib.
Keluarnya asap itulah yang harus kita perhatikan.
Saat asap keluar, lampu menyorot itulah momennya
Terakhir tinggal ambil posisi untuk memotret "si penampil" yang paling diinginkan

Siluet personil The Trees & The Wild @ In Music We Trust 2 KMF (Sept-2010)

Foto panggung adalah tentang bagaimana memanfaatkan layar proyektor
Cobalah foto dari depan dan belakang panggung
Hanya saja hati-hati dengan tampilan "mana sebelah kiri?, mana sebelah kanan?"


Tony Q @ In Music We Trust 2 KMF (Sept-2010)

Ebiet Beat E @ Festival Bambu Nusantara 4
 
The Trees & The Wild @ In Music We Trust 2 KMF (Sept-2010)


Foto panggung adalah tentang bagaimana menangkap aksi terbaik "si penampil"
ketika sedang menunjuk, buka baju, pokoknya ekspresi emosi

Nyai Ontosoroh @ Selasar Sunaryo (Juli-20100

Foto Panggung adalah tentang memperlihatkan panggungnya
Jangan ragu untuk memotret keseluruhan

Nyai Ontosoroh @ Selasar Sunaryo (Juli-20100)
Naif @ ITB (Juni-2010)
Foto Panggung adalah tentang memanfaatkan kegelapan
Dengan tujuan agar fokus pada "si penampil"


Nyai Ontosoroh @ Selasar Sunaryo (Juli-2010)

#YANG AMATIR YANG BERBAGI KETERBATASAN